sharing koneksi internet melalui wifi laptop


Hari minggu kemaren akhirnya saya berhasil membuat koneksi ad-hoc antara laptop dengan si robot ijo untuk keperluan berselancar sii robot ijo. Sebenernya data plan yang terdapat di modem itu aslinya milik sii robot ijo, tapi sejak si robot ijo menggunakan nomer khusus yang sesuai dengan tanggal lahir saya, ya mau ngak mau harus di pindahkan ke modem. Lumayan masih dapet data plan gratis sampai bulan februari tahun depan, jadi ngak usah mikir biaya bulanan lagi ;p

Untuk step step membuat koneksi ad-hoc dari laptop ke device wifi lainnya sih gampang, berhubung saya mempunyai daya ingatan yang agak jelek jadi ya saya tulis saja. Lumayan kan sekaligus nambahin post di blog ini biar masih kelihatan eksis ;p. Oh iya, untuk modem saya pakai modem GSM Huawei E1550 dan sistem operasi di laptop pakai Slackware 13.37. Jadi untuk pengguna linux lainnya disuaikan saja ya 😉

Untuk step pertama, membuat jaringan ad-hoc. Pastikan wireless dalam keadaan aktif.

1. Mengaktifkan wireless lan (sesuikan dengan nama device wireless anda)

ifconfig wlan0 up

2. Set IP wireless lan

ifconfig wlan0 up 192.168.1.1 netmask 255.255.255.0

3. Set mode wifi menjadi ad-hoc

ifconfig wlan0 down
iwconfig wlan0 mode Ad-Hoc
iwconfig wlan0 essid “Shared3G”
ifconfig wlan0 up

Untuk step kedua, konfigurasi untuk dhcp servernya di laptop. Untuk file confignya ada di /etc/dhcpd.conf :

ddns-update-style none;
ignore client-updates;
authoritative;
option local-wpad code 252 = text;

subnet 192.168.1.0 netmask 255.255.255.0 {

# --- default gateway
option routers 192.168.1.1;
# --- Netmask
option subnet-mask 255.255.255.0;
# --- Broadcast Address
option broadcast-address 192.168.1.255;
# --- Domain Name, set the domain name for DHCP clients
option domain-name "valkyrie";
# --- Domain name servers, tells the clients which DNS servers to use.
option domain-name-servers 10.0.18.38, 10.0.18.42, 8.8.8.8, 8.8.4.4, 4.2.2.2;
option time-offset 0; # Eastern Standard Time
range 192.168.1.15 192.168.1.15;
default-lease-time 1209600;
max-lease-time 1814400;
}

Untuk konfigurasi diatas ditak akan saya jelaskan secara detail, intinya diatas saya membuat dhcp server dengan network 192.168.1.0/24 dengan gateway 192.168.1.1/24 (IP Wlan0) dengan range IP untuk Client 192.168.1.15/24 – 192.168.1.15/24 (saya cuma buat untuk 1 client. Bukannya mau pelit tapi koneksinya memang terbatas dan agar tidak ada yang pakai selain saya ;p). Kalau sudah selasai save file tersebut lalu restart kembali service dhcp-nya

killall dhcpd
dhcpd

Untuk step ketiga, konfigurasi untuk mengkoneksikan wifi dengan jaringan modem/ppp0. Dalam hal ini saya menggunakan IPTABLES untuk memforward semua request yang di lakukan lewat jaringan ad-hoc ke jaringan ppp0.

iptables –flush
iptables –table nat –flush
iptables –delete-chain
iptables –table nat –delete-chain
iptables –table nat –append POSTROUTING –out-interface ppp0 -j MASQUERADE
iptables — append FORWARD –in-inerface wlan0 -j ACCEPT
sysctl -w net.ipv4.ip_forward=1

*ket : untuk command 1 – 4 silahkan anda lewati jika anda pernah mensetting iptables sebelumnya. Karena perintah tsb akan menghapus rule yang telah ada di ip tables.

Sekarang konfigurasi sudah selesai, silahkan searching dari device mobile anda untuk mencoba koneksi sudah berhasil jalan dengan baik atau tidak. Selama mencoba :).

*Sumber dari sini dengan beberapa perubahan yang dibutuhkan

Upgrade sii Slacky


Tanggal 28 kemaren, para pengguna linux Slackware dimanjakan dengan rilisnya versi stable terbaru dari linux tertua ini, Slackware 13.37. Pengumuman resmi dari rilis ini dapat diakses di halaman homepage slackware.org. Sebenernya saya ingin sekali mendownload file lengkap dari Slackware 13.37 ini, berhubung keterbatasan benwit, file yang segede gaban (+4,2GB) dan ketiadaan sumber daya komputer untuk dihidupin semalem penuh demi ngetorrent ini file, jadinya saya cuma bisa nge-rsync file updatenya dari server repo UKDW. Terima kasih banya buat Pak Willy Sudiarto Raharjo atas kontribusinya di dunia Slackware Indonesia :).

Untuk file rsync-nya sih ngak terlalu besar, sekitar +/- 1,7GB. Untungnya repo UKDW itu server lokal, jadi waktu rsync bisa dapat kecepatan maksimal :). Untuk proses upgradenya sih saya cukup mengikuti instruksi yang ada di file upgrade.txt pada directory repo hasil rsync tadi kecuali point 5 + 6 yang saya lewati (dan nomer 7 yg seharusnya saya tidak lewati), karena yang saya upgrade masih fresh alias masih baru saja saya install :).

Dalam proses upgrade mengupgrade linux pasti ada masalah yang muncul dong. Begitu juga saya, apalagi ini pertama kali saya mengupgrade ini slackware ;p. Masalah yang saya alami adalah “Loading LinuxEBDA is big; kernel setup stack overlaps LILO second stage“. Masalah ini terjadi setelah saya selesai mengupgrade si slackware dan mereboot-nya. Sebenernya saya tidak terlalu tahu ini masalah muncul gara-gara apa, tapi menurut forum forum yang saya baca sih ini dikarenakan kesalahan dalam setting lilo.conf-nya. jadi bagi yang mau coba upgrade jangan lupa mengecek kembali point nomer 7 dalam file upgrade.txt atau settingngan file config dari lilo-nya ya 😉

Untuk kelebihan versi ini sih saya belum terlalu tahu, masih belum saya sentuh dalamannya ;p, soalnya abis upgrade langsung diajak mancing sama temen kantor. Lumayan daripada ngak ada kerjaan di hari sabtu ya saya iyakan saja ;p. Yang cuma saya coba sih untuk GUI-nya saja, tambah menarik dari tampilan yang di versi 13.1 dan jika kalau ingin lebih jauh perubahan yang ada di rilis ini silahkan kunjungi website resminya saja ya :).

bermain main dengan hama


Pekerjaan mendebug/membetulkan error yang terjadi dalam suatu program itu memang hal yang menyenangkan bagi saya. Menyenangkan karena dengan cara ini saya dapat hal hal baru dan metode yang semakin baik dalam mengatasi suatu error dalam pembuatan suatu aplikasi. Tapi dibalik kesenangan itu, saya selalu bertemu dengan salah satu yang membuat proses debugging tersebut. Saya sering lupa bagian bagian mana yang sedang/sudah saya perbaiki. Alhasil, saya sering keteteran dalam mempatching hasil kerjaan saya tersebut.

Untunglah teman saya satu ini memperkenalkan saya dengan program bernama Meld diff. Program ini berfungsi untuk menunjukan perbedaan antara 2 file yang kita bandingakan. Jadi kita tidak perlu report report mencatat apa yang telah kita ubah atau membnadingkan secara satu satu code yang telah kita tulis. Pas banget dengan kebutuhan saya kali ini, kalau saja ini program bisa berjalan di windows. Tahu Kenapa? Ya tepat, program ini ternyata hanya mau berjalan di atas OS Linux saja :(. Alhasil saya harus mencari program yang sejenis yang memiliki fungsi sama dengan Meld Diff.

Untunglah dengan bantuan paman yang satu ini ditambah beberapa matra mantra *baca:keyword* yang mumpuni, saya berhasil mendapatkan program yang memiliki fungsi hampir sama dengan Meld diff, Win Merge.

WinMerge is an Open Source differencing and merging tool for Windows. WinMerge can compare both folders and files, presenting differences in a visual text format that is easy to understand and handle.

Program ini selain bisa membandingkan antar file, juga dapat membanding antar perbedaan antara file file di suatu folder dengan file file yang ada di folder lain. Sangat membantu ketika saya sudah terlanjur memperbaiki beberapa file yang terdapat dalam satu folder.

Bagaimana menurut anda? mau mencobanya atau anda sudah punya program lain yang sejenis? Bagi yang mau mencobanya, programmnya dapat di download dari website resminya Win Merge atau yang ingin mendownload dari server local silahkan menuju ke tkp berikut. Selamat mencoba.

Protected: the day when you come


This content is password protected. To view it please enter your password below:

Reflection!


introvert

introvert

Introvert? Asing kah bagi anda? Bagi saya iya!. Saya baru mengenal istilah ini setelah membaca postingan artikel dari mbak @_wenny disini dan disini. Setelah googling kesana kemari akhirnya saya memutuskan untuk menulis tentang sifat yang satu ini, yah sekaligus sebagai catatan pribadi bagi saya. Eh sebelum saya teruskan sebaiknya saya jelasain dulu apa itu Introvert, mungkin ada yang baru mengenalnya atau mendengarnya seperti saya 🙂

Introvert personality adalah suatu karakter pribadi yang bersifat individu dan biasanya lebih pendiam dan tertutup, sedikit bicara dan lebih suka menjadi pendengar yang baik dalam suatu kelompok atau lebih suka menyendiri di rumah daripada harus berkumpul dengan orang lain, atau berjam-jam duduk di depan komputer. Tapi tidak semua introvert bersikap seperti itu, tidak sedikit orang introvert yang suka berkelompok dan membicarakan sesuatu dengan temannya walaupun kebanyakan hanya suka membicarakan atau melakukan hal-hal yang dianggapnya bermanfaat atas berbagai alasan.*sumber dari sini*

Sudah mengerti sekarang? Ya, kalau menurut definisi di atas berarti saya salah satu pemilik sifat ini. Semua ciri-ciri yang dijabarkan di definisi diatas terdapat pada saya. pendiam dan cenderung tertutup, lebih sedikit bicara, lebih suka berinteraksi dengan komputer laptop selama berjam jam, dan pastinya saya lebih senang berada di dunia saya sendiri. Jadi bagi yang pernah kopdar dengan saya harap dimaklumi ya kalau saya cenderung diam dan kurang interaksi.

Selain ciri ciri diatas, saya juga mencoba melihat sifat saya di test personality ini, ya mungkin test test seperti ini tidak menunjukkan hasil yang sesungguhnya tapi sekedar mencoba kan tidak apa apa :). Dan hasilnya pun memang menyatakan saya masuk dalam golongan introvert. dengan 2x percobaan yang hasilnya sama dan dengan ratio yang hampir sama juga.

Jung Test Results
Introverted (I) 82.14% Extroverted (E) 17.86%

Ya saya Introvert. Dan saya merasa senang dengan sifat ini. Semoga saja tidak ada yang berpandangan negatif terhadap diri saya :). Jadi bagaimana dengan anda? berniat mencari tahu sifat apa yang ada di diri anda? ataukah anda sudah mengenal sifat yang ada dalam diri anda? Oh ya, kalau mau mengetahui lebih dalam tentang sifat ini silahkan baca baca post dari mbak wenny diatas, tulisannya lebih detail dan jelas. Kalau masih belum mengerti juga silahkan cari disini . kthxbye (wave)

disclaimer : tulisan ini hanya berdasarkan sudut pandang / sisi saya pribadi, jadi tidak menjelaskan detail dari sifat introvert ini.

source image dari blognya mbak wenny

Newer Entries Older Entries