puncak plus plus


dingin.. Itu yang saya rasakan saat pertama sampi di sebuah hotel di daerah puncak. Deburan suara air yang terdengar di samping hotel membuat suasana semakin terasa dingin. Apalagi memang cuaca saat itu lagi mendung, semakin terasa udara dingin di hotel tersebut.

yah.. Kali ini saya lagi liburan di daerah puncak, sebenernya sih bukan liburan tapi acara raker (rapat kerja ) tahunan kantor tempat saya bekerja. Memang acara rapatnya diadakan di luar kantor agar bisa refresing sekalian. Jadi acaranya diadakan selama dua hari, hari pertama di gunakan untuk acara rapat dan diskusi untuk kemajuan kantor,dan acara di hari kedua adalah acara untuk acara2 game outbond.

Lanjut hari ke dua aja ya, soalnya untuk acara hari pertama kan untuk intern kantor jadi ngak usah di bahas disini. Lanjut ceritanya,hari kedua diawali dengan acara teawalk, jalan jalan di kebun teh.(nih acara mengingatkan saya dengak kenangan saat PLDK taun 2008 kemaren, saat lagi mengincar seseorang :P) ngerti sendiri kan kalau acara kayak gini kerjaanya ngapain, kalau ngak bernarsis ria di depan camera ya memetik teh (kayaknya ngak deh).

selanjutnya di lanjutkan dengan acara santai (maen bilyard) dan sarapan pagi truz acara diskusi sebentar untuk nyimpuliin hasil yang diperoleh di rapat antar divisi kemaren dan dilanjutkan acara yang terakhir adalah acara game.

pada acara game ini di bagi menjadi 3 kelompok dan saya berada di kelompok 3. Game pertama adalah game komunikata dimana kita menebak kata yang di gerakin oleh anggota team laen, disini team berhasil menebak salah satu kata di antara 2 kata yg diperagain. Game kedua adalah ulat bulu, dimana kita mengikuti gaya ulat dalam berjalan. Kita di haruskan jalan dengan lutut dan tangan kita memegang pergelangan kaki dari anggota team di depannya.banyak yang gerjatuh dan luka2 sih di game ini, tapi seru banget. Dan yang menjadi pemenang di game ini adalah team 3, yapz team yang ada saya di dalamnya.

untuk game ke tiga adalah memindahkan kelereng melalui sendok2 yang ada di gigit oleh anggota team dalam waktu 10 menit. Dan untuk yang kesekian kalinya team 3 menjadi pemenang lagi hehnehh… kalau game keempat sing mengeluarkan bola pimpong dari paralon yang telah di bolongin sebelumnya. U know lah seperti apa game ini. Dan pada game ini team 3 pun mengalami kekalahan :p.

Setelah game acara selanjutnya adalah santai sekaligus persiapan untuk checkout. Setelah check out acara berlanjut menuju tajur, pusat oleh2 tas dari daerah bogor. Setelah selesai berbelanja acara di lanjutin ke daerah kota untuk membeli roti unyil. Entah gimana rasanya, saya tidak ikut membeli karena istirahat di mobil karena perut yang mengalami kesalahan fungsi. Setelah puas belanja roti unyil kita pun kembali menuju jakarta. Menuju ke rumah masing2.

cukup dah ceritanya,capek nulis pake hape, mana hapenya pinjem hapenya sii ferry lagi sekaligus ngetes keyboard hape e75-nya ferry, maklum baru beli :p. Yaudah deh sekian dulu cerita kali ini. Sampai jumpa di tulisan berikutnya. Salam blogger indonesia ;D

Migrasi


pindah rumah

pindah rumah

Migrasi.. akhirnya bisa migrasi juga… setelah hampir dua tahun blog ini numpang gratis di 000webhost, akhirnya bisa memiliki rumah sendiri. yah meskipun saya harus menyisihkan sebagian dari biaya hidup saya di kota yang baru ini. Untuk rumah baru kali ini saya menggunakan server di SG (singapore). yah meskipun waktu nyarinya lumayan sulit tapi alhamdulilah bisa menemukannya juga di Hosting Ceria dengan harga yang terjangkau :).

Selain rumah yang baru, engine dari blog ini juga saya ganti atau lebih tepatnya saya update dari PES [pinkuinz engine source] v 1.0 ke PES v.1.1 karena pada versi yang lama terdapat kelemahan di sesi comment yang membuat spam2 bisa masuk ke dalam system dan semoga untuk kali ini sudah lebih baik dan terbebas dari spam. :D. Tapi untuk masala desain tidak banyak yang saya rubah (masih newbie dalam pembuatan desain.) jadi tampilan hanya akan terlihat bagus di browser mozilla firefox :P.

oh iya, selamat datang di blog saya ini dan jangan lupa ngasih komentar atau kritik biar ada masukan untuk saya tentang blog ini :). salam satu jiwa blogger indonesia.

busway oh busway


wow, tidak terasa rupanya saya sudah seminggu saya menikamati ibukota yang terkenal kejam sampai pelosok negeri :). memang masih baru sih di ibukota, berbeda dengan teman2 syndicate15 yang udah sejak 6 bulan yang lalu sudah mencoba keberuntungan di ibukota. :angel: 😆 :pisau:

Pagi ini cuaca ibukota (cengkareng) tidak mendukung bagi saya, hujan yang lebat di pagi hari membatalkan rencana yang telah tersusun dari hari kemaren (sabtu) yang batal karena sahabat yang ingin saya temui sedang mendapatkan tugas tambahan di kantornya. alhasil rencana mau berangkat menuju TKP di pagi hari diganti dengan bergelut dengan bantal dan guling di kamar kost2an. tapi alhamdulilah, tidur saya di pagi hari sungguh menyenangkan, saya mendapatkan mimpi yang indah pada saat tidur, mimpi yang mempertemukan saya dengan salah satu bidadari dunia yang cantik dan manis, tapi sayang saya tidak mengenalnya.:(
*oh bidadari cantik.. siapakah gerangan dirimu.. apakah kau jawaban atas doa2ku selama ini? :)*

hadoh, malah ngantur, back to topic. Sekitar jam 10 pagi saya berangkat menuju kost2annya sahabat saya itu. berbekal tas gendong hitam dan sebuah dompet perjalanan saya mulai. pertama sih naek ojek menuju ke jembatan baru *mai jalan kaki ngak tau jalan dan tempatnya kejauhan*.
dari jembatan baru, baru saya naek busway ato bus trans jakarta menuju ke halte harmony, trus dilanjutkan menuju ke halte dukuh atas. nah waktu mau ke dukuh atas ini saya melewati yang namanya MONAS dan untuk pertama kalinya ngeliat itu MONAS secara langsung ngak lewat layar tipi.*meskipun cuma liat atasnya doank*. Nah setelah monas saya ngelewati yang namanya Bundaran HI dan untuk pertama kalinya liat secara langsung tuh bunderan dan para pendemo2 yang biasanya mangkal di sana *kayak apa aja mangkal :D*

oh ya, kan waktu lewat tuh bunderan kan ada demo. Saya sempet mikir, emangnya demo2 gitu buat apa sih? nyampe’in aspirasi? tapi ko’ kayaknya percuma ya? malah yang ada bikin macet itu tempat.
trus kan biasanya demo2 gitu perlu biaya, darimana ya biayanya? ada yang tau ngak? masak ada donatur yang mau nyumbangin buat demo2 gitu? mendingan buat ke panti asuhan ato apa gitu, kan lebih jelas manfaatnya. mana yang demo bawa2 anak kecil lagi, apa ngak kasian ya? *wtf!!! (-.-!!

kembali ke busway. Setelah nyampek dukuh atas baru pindah ke busway jurusan ragunan, tapi turunnya di halte departerment pertanian. setelah itu jalan sebentar menuju ke kostnya sahabat saya itu.

oh ya, buat kesimpulan saya saja. Rupanya naek busway itu banyak tidak nyamannya. meskipun murah sih *Rp.3500,- bisa kemana2 terserah.* tapi buswaynya selalu rame. bayangin aja 2 jam di busway berdiri terus. capek banget, tu masih belum jam kerja. katanya temenku kalau jam kerja malah tambah parah. dan satu lagi, sampai malam ini saya ngetik ini tulisan, saya masih penasaran sama bidadari cantik yang tiba2 muncul di mimpi saya tadi.
*oh bidadari cantik.. siapakah gerangan dirimu.. apakah kau jawaban atas doa2ku selama ini? :D*

Meminang Bidadari Surga


Namanya “Aini”. begitu ummi biasa memanggilnya. Salah satu “adik ” terbaik yang pernah ummi miliki, yang pernah ummi temui dan alhamdulillah Allah pertemukan ummi dengannya.

Seharusnya 28 Januari lalu genap ia menginjak usia 37 tahun. Beberapa tahun bersamanya, banyak contoh yang bisa ummi ambil darinya. Kedewasaan sikap, keshabaran, keistiqomahan, dan pengabdian yang luar biasa meretas jalan da’wah ini. Seorang muharrik da’wah yang tangguh dan tak pernah menyerah. Sosok yang tidak pernah mengeluh, tidak pernah putus asa dan memiliki husnuzh zhon yang teramat tinggi kepada Allah. Dan dia adalah salah satu amanah ummi terberat, ketika memang harusnya ia sudah memasuki sebuah jenjang pernikahan.

Ketika beberapa akhwat lain yang lebih muda usianya melenggang dengan mudahnya menuju jenjang tersebut, maka ‘Aini Allah taqdirkan harus terus meretas keshabaran. Beberapa kali ummi berikhtiar membantunya menemukan ikhwan shalih, tetapi ketika sudah memulai setengah perjalanan proses..Allah pun berkehendak lain. Namun begitu, tidak pernah ada protes yang keluar dari lisannya, tidak juga ada keluh kesah, atau bahkan mempertanyakan kenapa sang ikhwan begitu “lemahnya” hingga tidak mampu menerjang berbagai penghalang? Atau ketika masalah fisik, suku, serta terlebih usia yang selalu menjadi kendala utama seorang ikhwan mengundurkan diri, ‘Aini pun tidak pernah mempertanyakan atau memprotes “kenapa ikhwan sekarang seperti ini?”

Tidak ada gurat sesal, kecewa, atau sedih pada raut muka ataupun tutur katanya. Kepasrahan dan keyakinan terhadap kehendak Allah begitu indah terlukis dalam dirinya.

Hingga, akhirnya seorang ikhwan shalih yang dengan kebaikan akhlak serta ilmunya, datang dan berkenan untuk menjadikannya seorang pendamping. Tidak ada luapan euphoria kebahagiaan yang ia tampakkan selain ucapan singkat yang penuh makna “Alhamdulillah.. jazakillah ummi sudah membantu… mohon do’a agar diridhai Allah.”

Alhamdulillah, Allah mudahkan proses ta’arauf serta khitbah mereka, tanpa ada kendala apapun seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Padahal ikhwan shalih yang Allah pilihkan tersebut berusia 10 tahun lebih muda dari usianya.

Berkomitmen pada sunnah Rasulullah untuk menyegerakan sebuah pernikahan, maka rencana akad pun direncanakan 1 bulan kemudian, bertepatan dengan selesainya adik sang ikhwan menyelesaikan studi di negeri Mesir.

Namun, Allah lah Maha Sebaik-baik Pembuat keputusan..
Dua minggu menjelang hari pernikahan, sebuah kabar duka pun datang. Usai ‘Aini mengisi sebuah ta’lim, motor yang dikendarainya terserempet sebuah mobil, dan menabrak kontainer di depannya. ‘Aini shalihah pun harus meregang nyawa di ruang ICU. Dua hari setelah peristiwa itu, rumah sakit yang menanganinya pun menyatakan menyerah. Tidak sanggup berbuat banyak karena kondisinya yang begitu parah.

Hanya iringan dzikir disela-sela isak tangis kami yang berada disana. Semua keluarga ‘Aini juga sang ikhwan pun sudah berkumpul. Mencoba menata hati bersama untuk pasrah dan bersiap menerima apapun ketentuanNya. Kami hanya terus berdo’a agar Allah berikan yang terbaik dan terindah untuknya. Hingga sesaat, Allah mengijinkan ‘Aini tersadar dan menggerakkan jemarinya. Rabb.. sebait harapan pun kembali kami rajut agar Allah berkenan memberikan kesembuhan, walau harapan itu terus menipis seiring kondisinya yang semakin melemah. Hingga kemudian sang ikhwan pun mengajukan sebuah permintaan kepada keluarga ‘Aini.

“Ijinkan saya untuk membantunya menggenapkan setengah Dien ini. Jika Allah berkehendak memanggilnya, maka ia datang menghadap Allah dalam keadaan sudah melaksanakan sunnah Rasulullah…”

Permintaan yang membuat kami semua tertegun. Yakinkah dia dengan keputusannya?
Dalam kedaaan demikian, akhirnya dua keluarga besar itupun sepakat memenuhi permintaan sang ikhwan.
Sang bunda pun membisikkan rencana tersebut di telinga ‘Aini. Dan baru kali itulah ummi melihat aliran airmata mengalir dari sepasang mata jernihnya.

Tepat pukul 16.00, dihadiri seorang penghulu, orangtua dari dua pihak, serta beberapa sahabat dan dokter serta perawat… pernikahan yang penuh tangis duka itupun dilaksanakan. Tidak seperti pernikahan lazimnya yang diiringi tangis kebahagiaan, maka pernikahan tersebut penuh dengan rasa yang sangat sulit terlukiskan. Khidmat, sepi namun penuh isakan tangis kesedihan.

Tepat setelah ijab kabul terucap… sang ikhwan pun mencium kening ‘Aini serta membacakan do’a di atas kain perban putih yang sudah berganti warna menjadi merah penuh darah yang menutupi hampir seluruh kepala A’ini. Lirih, kami pun masih mendengar ‘Aini berucap, “Tolong ikhlaskan saya…..”

Hanya lima menit. Ya.. hanya lima menit setelah ijab kabul itu. Tangisan pun memecah ruangan yang tadinya senyap menahan sesak dan airmata. Akhirnya Allah menjemputnya dalam keadaan tenang dan senyum indah.

Dia telah menjemput seorang bidadari…
Sungguh indah karunia dan janji yang telah Allah berikan padanya…
Dia memang hanya pantas untuk para mujahidNya di Jannah al firdausi….
Dan sang ikhwan pun melepas dengan penuh sukacita dengan iringan tetes airmata yang tidak kuasa ditahannya.. .

“Saya telah menikahi seorang bidadari.. nikmat mana lagi yang saya dustakan…”
Begitulah sang ikhwan shalih mengutip ayat Ar RahmanNya…
Ya Rabb.. Engkau sebaik-baik pembuat skenario kehidupan hambaMu.., maka jadikanlah kami senantiasa dapat memngambil hikmah dari setiap episode kehidupan yang Engkau berikan…

Selamat jalan adikku sayang … engkau memang bidadari surga yang Allah
tidak berkenan seorang ikhwan pun di dunia ini yang bisa mendampingi kehidupanmu kecuali para ikhwan shalih yang berkhidmat di jalan da’wah dengan ikhlas, tawadhu dan siap berjihad di jalanNya dan kelak menutup mata sebagai seorang syuhada….”
Selamat jalan ‘Aini.. semoga Allah memberimu tempat terindah di surgaNya….

(bait kenangan terakhir bersamamu; ummi tidak bisa menulis seindah tulisan-tulisanmu, tapi yakinlah ummi mengiringimu dengan indahnya do’a… semoga Allah kumpulkan kita kelak didalam surgaNya… amiin)

meraih cinta sejati


Segala puji hanya bagi Allah, Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah, keluarga, para sahabat dan pengikut mereka yang setia sampai hari kiamat; amma ba’du:

Sifat Cinta bagi Allah
Cinta merupakan sifat bagi Allah. Kita menetapkan sifat tersebut sebagaimana yang ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya tanpa tahriif (perubahan lafazh), ta’thiil (penolakan makna), takyiif (membayangkan cara atau bentuk), dan tamtsil (menyamakan dengan makhluk). Sifat itu sesuai dengan keagungan dan kemuliaan-Nya sebagaimana sifat-sifat yang lain.
Ketika menetapkan sifat Mahabbah dan Mawaddah (cinta Allah) kepada para wali-Nya, Syaikhul Islam dalam Aqidah Wasithiyyah menyebutkan beberapa ayat yang menunjukkan sifat tersebut. Ayat-ayat itu adalah QS. Al-Baqarah: 195 dan 222, QS. Al-Hujurat: 9, QS. At-Taubah: 7, QS. Ali-Imran: 31, QS. Al-Maa’idah: 31 dan 54, dan QS. Ash-Shaff: 4.
Dalam ayat-ayat tersebut terdapat beberapa sifat hamba yang dicintai oleh-Nya yaitu bertakwa, berlaku adil, berbuat baik, mensucikan diri (yaitu mensucikan diri dari kotoran lahir dan kotoran batin), dan berperang di jalan-Nya.

Kiat-kiat Menggapai Kecintaan Allah
Syaikhul Islam Rahimahullah menyebutkan, bahwa sebab-sebab yang dapat mendatangkan kecintaan-Nya ada sepuluh macam:
1. Membaca Al-Qur’an dengan menghayati dan memahami arti dan apa yang dimaksudkannya.
2. Mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dengan melakukan sunnah setelah melakukan fardhu.
3. Selalu berdzikir pada setiap keadaan, dengan lisan, hati, perbuatan dan perilaku. Maka, kecintaan Allah kepadanya sebesar kecintaannya kepada Allah.
4. Mendahulukan apa yang dicintai Allah atas apa yang disenangi dirinya sendiri pada saat hawa nafsu menguasai.
5. Membiasakan hati untuk selalu memahami dan menghayati nama-nama dan sifat-sifat-Nya, juga selalu menghadrikan diri dalam masalah ma’rifat (pengetahuan) ini.
6. Selalu mengakui dan bersyukur atas kebaikan dan nikmat-nikmat-Nya, baik yang zhahir maupun yang batin.
7. Inilah yang paling mengagumkan, yaitu berendah hati di hadapan-Nya.
8. Berkhalwat (hubungan batin dengan Allah) pada waktu turunnya Tuhan (yaitu waktu sepertiga malam terakhir) dan membaca kitab-Nya, kemudian menutupnya dengan beristighfar dan bertaubat.
9. Berkumpul bersama orang-orang yang cinta Allah dengan kejujuran dan selalu mengambil hikmah dari perkataan mereka. Tidak berbicara kecuali dengan perkataan yang membawa maslahat dan yang diyakininya dapat membawa peningkatan dirinya dan dapat mendatangkan manfaat bagi orang lain.
10. Menjauhi segala sebab yang dapat menghalangi antara hati dan Allah Azza wa Jalla.
Maka dengan kesepuluh sarana ini, orang-orang yang mencintai Allah akan sampai pada derajat kecintaan yang paling tinggi dan dapat masuk mendekat keharibaan Allah yang menjadi tumpuan cintanya (Fathul Madjid: 629-630).

Untuk melengkapi apa yang telah disebutkan Syaikhul Islam di atas, maka penulis menambahkan dari penjelasan Dr. Falih bin Muhammad bin Falih Ash-Shughayyir (2002: 19-40) ketika beliau menyebutkan beberapa amalan yang dapat menimbulkan kecintaan Allah pada seorang hamba. Amalan tersebut diantaranya:
11. Iman yang kuat
Sebagaimana sabda Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah, dan keduanya memiliki kebaikan…” (HR Muslim).
12. Melaksanakan kewajiban-kewajiban
13. Mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan amalan-amalan sunnah
Poin 12 dan 13 di atas merupakan pemahaman hadits qudsi berikut ini. Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala telah berfirman: ‘Barangsiapa memusuhi wali-Ku, maka sesungguhnya Aku menyatakan perang terhadapnya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (perbuatan) yang Aku sukai seperti bila ia melakukan yang fardhu yang Aku perintahkan kepadanya. Hamba-Ku senantiasa (bertaqorrub) mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan-amalan sunah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka jadilah Aku sebagai pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, sebagai penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, sebagai tangannya yang ia gunakan untuk memegang, sebagai kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti akan Aku berikan kepadanya.” (HR. Bukhari)

14. Menjaga shalat lima waktu dengan melaksanakan pada waktunya dengan berjamaah.
15. Menjalin hubungan silaturrahim, khususnya berbuat baik kepada kedua orang tua
16. Berjuang di jalan Allah dengan berbagai tingkatan dan macamnya.
Ketiga poin di atas (14, 15 dan 16) merupakan pemahaman yang diambil dari hadits Abdullah bin Mas’ud, yaitu katanya, “Aku bertanya kepada –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam tentang amal-amal yang paling utama dan dicintai Allah? Nabi –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam menjawab, Pertama shalat pada waktunya (dalam riwayat lain disebutkan shalat di awal waktunya), kedua berbakti kepada orang tua ketiga jihad di jalan Allah” [HR. Bukhari dan Muslim)

17. Senantiasa melakukan ketaatan, walaupun ketaatan tersebut kecil menurut pandangannya.
Sebagaimana sabda Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam, “Dan urusan agama yang paling Allah cintai adalah yang dilakukan secara terus-menerus oleh pelakunya” (HR. Bukhari). Dalam riwayat Muslim disebutkan, “Dan sesungguhnya amal yang paling Allah cintai adalah yang dilakukan secara terus-menerus walaupun hanya sedikit, dan adalah keluarga Muhammad jika melakukan suatu amalan mereka terus menekuninya”.

18. Banyak berdzikir (mengingat) Allah dengan lisan, hati dan anggota badan.
Sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits shahih dari Abu Hurairah –Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata, “Nabi –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda, “Allah berfirman, ‘Aku sebagaimana prasangka hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya salama ia mengingat-Ku, dalam dirinya, maka Aku pun akan mengingat-Nya di dalam diri-Ku, jika ia menyebutku di hadapan manusia, maka Aku pun akan menyebutnya dihadapan makhluk yang lebih baik daripada mereka. jika ia mendekat kepada-Ku satu jengkal, maka Aku akan mendekat kepada-Nya sejauh satu hasta, jika ia mendekat kepada-Ku satu hasta, maka Aku akan mendekat kepadanya sepenjang satu depa, jika ia mendekat kepadaKu dengan berjalan, maka Aku akan mendekat kepadanya dengan berlari-lari kecil.’” (HR Bukhari dan Muslim).
Hadits di atas selaras dengan firman Allah, “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 152)

19. Mencintai Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam
Diungkapkan di dalam Ash-Shahiihain dari Anas bin Malik, ia berkata, “Bahwasanya ada seseorang bertanya kepada Nabi, ‘Wahai Rasulullah, kapankah terjadinya hari Kiamat?’ Beliau menjawab, ‘Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?’ Ia berkata, Aku sama sekali belum mempersiapkannya dengan banyaknya shalat, puasa, dan tidak pula dengan banyaknya shadaqah, akan tetapi aku mencintai Allah dan Rasul-Nya. ‘ Rasulullah bersabda, ‘Engkau bersama orang yang engkau cintai.’”

20. Mencintai para Sahabat Nabi dan keluarganya, karena hal tersebut dapat menimbulkan kecintaan Allah padanya.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, “Aku pernah bersama Rasulullah di salah satu pasar Madinah, lalu beliau pergi dan aku pun pergi. Beliau berkata, ‘Kemana si kecil (beliau menyebutkan sebanyak tiga kali), panggilkan Hasan bin ‘Ali!’ lalu Hasan bin ‘Ali berjalan dengan kalung di lehernya. Kemudian Nabi berkata dengan isyarat tangannya seperti ini, setelah itu mereka berdua berpelukan, Rasulullah bersabda, ‘Ya Allah sesungguhnya aku mencintainya, maka cintailah ia dan cintailah orang yang mencintainya.’” Abu Hurairah berkata, “Setelah itu tidak ada seorangpun yang lebih aku cintai daripada Hasan bin Ali.’”(HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagai amalan terakhir pada tulisan ini, walaupun sebenarnya masih banyak amalan yang lain, kiranya hadits ke 31 dalam Arbain An-Nawawiyyah layak untuk disertakan dalam pembahasan ini, yaitu:
21. Zuhud
Berdasarkan hadits dari Abul ‘Abbas, Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi –Radhiallahu ‘Anhu, ia berkata: “Seorang laki-laki datang kepada Nabi –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam lalu berkata: ‘Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu perbuatan yang jika aku mengerjakannya, maka aku dicintai Allah dan dicintai manusia’. Maka sabda beliau : ‘Zuhudlah engkau pada dunia, pasti Allah mencintaimu dan zuhudlah engkau pada apa yang dicintai manusia, pasti manusia mencintaimu”. (HR. Ibnu Majah dan yang lainnya, Hadits hasan)
Inilah akhir dari perjumpaan kita dalam upaya menggapai kecintaan Allah. Semoga kita termasuk ke dalam golongan yang mendengarkan suatu kebaikan dan mengikuti (mengamalkan) kebaikan tersebut dengan sebaik-baiknya. Allahumma Amin.

Ditulis oleh : Abdurrahman

Sumber Rujukan:
Abdullah Shaleh Hadrami. 2005. Syarh Aqidah Wasithiyyah; bag. 17-18. Malang: Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khotimah.
Falih bin Muhammad bin Falih Ash-Shughayyir. 2002. Jadilah Mukmin yang Kuat; Lebih Baik dan Lebih Dicintai Allah. Bogor: Pustaka Ibnu Katsir.
Syaikh Abdurrahman Hasan Alu Syaikh. 2003. Fathul Majid; Penjelasan Kitab Tauhid. Jakarta: Pustaka Azzam.

Newer Entries Older Entries